Skip to main content

Posts

Persalinan Maryam : Welcome Baby Rona

Setelah perjalanan yang cukup panjang dan berliku selama kehamilah ke-2 Allah memberikan saya banyak hadiah indah. Salah satunya adalah persalinan ke-2 ini. Setelah memasuki cuti persalinan saya mengisi dengan bersih-bersih memindahkan kamar dan barang-barang dari kamar depan ke kamar belakang yang baru dibangun agar lebih leluasa nantinya. Termasuk memanggil jasa cleanwell untuk menyedot debu dan membersihkan AC.

Kehamilan ke-dua : Plasenta Previa II

Melengkapi postingan yang sudah terlewat 2 tahun yang lalu, karena lama sekali tidak membuka akun blogger saya. Ternyata cukup banyak yang bertanya tentang proses persalinan dengan plasenta previa (letak plasenta di bawah) sebenarnya jenis plasenta previa ini banyak dibagi menjadi 4 tergantung dari letaknya, dan yang saya alami kemarin adalah plasenta previa totalis yaitu jalan lahir bayi tertutup semua oleh plasenta bayi. Jujur saya pribadi cukup terkejut dan down, kemudian suami memberi banyak support dan menenangkan. Jadi setelah melewati masa-masa terkejut maka kami memulai usaha lainnya sebagai bentuk ikhtiar yaitu mencari opsi ke-3 ke-4 dan ke-5. Sembari menyiapkan resiko jika memang harus melahirkan secara SC maka kami mulai mendatangi klinik keluarga untuk menggunakan BPJS jika memang nanti tiba-tiba dibutuhkan. Dari klinik keluarga kami dirujuk ke RS Sakina Idaman, dan kami memilih untuk konsultasi dengan dr. Nizar Hero Kartika, M.Kes, Sp.OG. Dokternya ramah, dan penjelasan ya...

Mencari Sekolah Dasar untuk Seruni

 Kayaknya baru kemarin ya posting-posting tentang persalinan Seruni tahun depan dia udah mau masuk SD aja *melow. Tiga tahun terakhir ini dia sekolah dan daycare di sekitaran kantor aja di Kumpul Bocah. Nah untuk jenjang SD saya memang sengaja untuk mengumpulkan informasi jauh-jauh hari karena alasan SD itu cukup lama (6 tahun) dan bagi kami (saya) step ini cukup critical karena bisa jadi awal metode belajar si anak ke depannya. Kalau suami sih masih tim yang relatif santai ("udah SD negeri deket-deket aja juga gak papa") tapi setelah berkali-kali diskusi dengan salah satu alasan kuatnya adalah karena Bapak Arief masih kerja di jakarta jadi tanggung jawab antar jemput dan pendidikan di luar jam sekolah akan lebih banyak dipegang ibuk. Dan demi kesehatan jiwa dan raga maka pilihan sekolah swasta ini jadi terasa lebih rasional. menuju SD 2022 Sejak pandemi sebenarnya Seruni kami sekolahkan di Sekolah Murid Merdeka (SMM) dengan metode blended learning. Jujur sebenarnya saya mera...

Kehamilan ke-dua : Plasenta Previa I

Kembali ke Jogja setelah mudik berdua dengan Kembang Seruni untuk menyurvei Rumah Bidan Rina . Meski mendapat pesan sponsor untuk memantau perkembagan dari letak plasenta saya masih cukup tenang dan santai, karena yakin kalau saya tidak pernah mendapat tanda-tanda seperti flek atau pendarahan, hanya memang stamina dan nafas saya lebih kacau dari kehamilan sebelumnya. Kehamilan ke-dua

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Di minggu ke-24 kemarin saya mengambil cuti untuk mudik ke Malang bersama Seruni, sekalian untuk mencari alternatif tempat persalinan karena saya berencana untuk lahiran di Malang saja yang dekat dengan orang tua, agar Seruni ada yang menjaga saat nanti waktunya tiba. Berkunjung ke Rumah Bidan Rina Setelah pencarian singkat melalui mesin perambah kami mendapati seorang bidan yang support Gentle Birth di kota malang namanya Bidan Rina .

Kehamilan ke-dua : Drama Sakit Bergantian

Tibalah pada cerita kehamilan ke-dua yang sekarang ini sudah memasuki trismester ke-tiga. Hamdan Lillah ... meski jarak memisahkan kami selama dua tahun lebih Allah masih memberikan kami amanah ke-dua ini.

Cerita Bapak Arief : Pertama Rawat Inap di RSA UGM

Banyak draft numpuk, mari kita eksekusi satu per satu. Pada Series postingan kali ini saya mau menceritakan pengalaman kami berkutat dengan Rumah Sakit, Laboratorium, Radiologi, Internist, dll. Sejak cerita saya di postingan sebelumnya tentang LDM kami (saya dan Arief) di sekitar bulan Oktober 2017 Arief sempat mengeluhkan perutnya sering sakit dan kembung yang kami tengarai sebagai gejala "maag" yaa maklum anak kost-an mah begitu ... males keluar cari makan, makan gak sehat, dll. Jadi saya sarankan untuk membeli obat maag cair yang biasa saya konsumsi. Hingga beberapa hari kemudian dia mengeluhkan rasa sakitnya tidak reda dengan obat tersebut dan badannya mulai demam. Saya menyarankan untuk mengunjungi dokter terdekat saja, dan dia menyanggupi. Entah malam harinya dia bercerita bahwa sakitnya tidak tertahankan di bagian ulu hati sebelah kanan, hingga dia guling-guling di kamar kost sendiri.