Skip to main content

Posts

Takut

Perasaan ini datang lagi .... Aku takut mati Aku takut sakit yang butuh waktu lama untuk penyembuhannya Aku takut meninggalkan anak-anakku sat mereka belum mandiri

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Betapa mengerikannya dunia orang dewasa ini ... hanya dengan membayangkannya saja saya bisa meneteskan air mata. Seminggu yang lalu seorang keluarga dekat menceritakan hal yang benar-benar tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seorang anak kecil menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan orang tuanya, seems familiar?? banyak ya beritanya dimana-mana ...

Mulai melukis "lagi?

Sebagai sobat overthinking di usia segini ini pikiran-pikiran mulai cukup menganggu. Apalagi ditambah suasana pandemi yang bikin kegiatan dan plan ini itu harus banyak penyesuaian. Dan akhirnya secara sadar memutuskan untuk ... menekuni hobi lama lagi yaitu .... melukis / menggambar / coret-coret atau apapunlah yang mirip-mirip ...

Kehilangan Ibu di Usia 14 tahun

Aku jarang sekali bercerita tentang hal ini secara detail, karena rasanya tidak nyaman seolah-olah aku caper dan minta dikasihani. Malam ini terbersit untuk menulis tentang hal ini terpantik oleh sebuah postingan dari salah satu sahabat baikku ketika hal ini terjadi.

Menuju 35 tahun dan Inferiority

Banyak sekali hal "baru" yang terjadi 2 tahun ini. Penyebab terbesarnya tentu saja adalah pandemi yang melanda. Terlalu banyak yang bisa disyukuri ... tapi cukup banyak juga kehilangan, kesedihan dan KEMARAHAN.

Persalinan Maryam : Welcome Baby Rona

Setelah perjalanan yang cukup panjang dan berliku selama kehamilah ke-2 Allah memberikan saya banyak hadiah indah. Salah satunya adalah persalinan ke-2 ini. Setelah memasuki cuti persalinan saya mengisi dengan bersih-bersih memindahkan kamar dan barang-barang dari kamar depan ke kamar belakang yang baru dibangun agar lebih leluasa nantinya. Termasuk memanggil jasa cleanwell untuk menyedot debu dan membersihkan AC.

Kehamilan ke-dua : Plasenta Previa II

Melengkapi postingan yang sudah terlewat 2 tahun yang lalu, karena lama sekali tidak membuka akun blogger saya. Ternyata cukup banyak yang bertanya tentang proses persalinan dengan plasenta previa (letak plasenta di bawah) sebenarnya jenis plasenta previa ini banyak dibagi menjadi 4 tergantung dari letaknya, dan yang saya alami kemarin adalah plasenta previa totalis yaitu jalan lahir bayi tertutup semua oleh plasenta bayi. Jujur saya pribadi cukup terkejut dan down, kemudian suami memberi banyak support dan menenangkan. Jadi setelah melewati masa-masa terkejut maka kami memulai usaha lainnya sebagai bentuk ikhtiar yaitu mencari opsi ke-3 ke-4 dan ke-5. Sembari menyiapkan resiko jika memang harus melahirkan secara SC maka kami mulai mendatangi klinik keluarga untuk menggunakan BPJS jika memang nanti tiba-tiba dibutuhkan. Dari klinik keluarga kami dirujuk ke RS Sakina Idaman, dan kami memilih untuk konsultasi dengan dr. Nizar Hero Kartika, M.Kes, Sp.OG. Dokternya ramah, dan penjelasan ya...

Mencari Sekolah Dasar untuk Seruni

 Kayaknya baru kemarin ya posting-posting tentang persalinan Seruni tahun depan dia udah mau masuk SD aja *melow. Tiga tahun terakhir ini dia sekolah dan daycare di sekitaran kantor aja di Kumpul Bocah. Nah untuk jenjang SD saya memang sengaja untuk mengumpulkan informasi jauh-jauh hari karena alasan SD itu cukup lama (6 tahun) dan bagi kami (saya) step ini cukup critical karena bisa jadi awal metode belajar si anak ke depannya. Kalau suami sih masih tim yang relatif santai ("udah SD negeri deket-deket aja juga gak papa") tapi setelah berkali-kali diskusi dengan salah satu alasan kuatnya adalah karena Bapak Arief masih kerja di jakarta jadi tanggung jawab antar jemput dan pendidikan di luar jam sekolah akan lebih banyak dipegang ibuk. Dan demi kesehatan jiwa dan raga maka pilihan sekolah swasta ini jadi terasa lebih rasional. menuju SD 2022 Sejak pandemi sebenarnya Seruni kami sekolahkan di Sekolah Murid Merdeka (SMM) dengan metode blended learning. Jujur sebenarnya saya mera...

Kehamilan ke-dua : Plasenta Previa I

Kembali ke Jogja setelah mudik berdua dengan Kembang Seruni untuk menyurvei Rumah Bidan Rina . Meski mendapat pesan sponsor untuk memantau perkembagan dari letak plasenta saya masih cukup tenang dan santai, karena yakin kalau saya tidak pernah mendapat tanda-tanda seperti flek atau pendarahan, hanya memang stamina dan nafas saya lebih kacau dari kehamilan sebelumnya. Kehamilan ke-dua

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Di minggu ke-24 kemarin saya mengambil cuti untuk mudik ke Malang bersama Seruni, sekalian untuk mencari alternatif tempat persalinan karena saya berencana untuk lahiran di Malang saja yang dekat dengan orang tua, agar Seruni ada yang menjaga saat nanti waktunya tiba. Berkunjung ke Rumah Bidan Rina Setelah pencarian singkat melalui mesin perambah kami mendapati seorang bidan yang support Gentle Birth di kota malang namanya Bidan Rina .

Kehamilan ke-dua : Drama Sakit Bergantian

Tibalah pada cerita kehamilan ke-dua yang sekarang ini sudah memasuki trismester ke-tiga. Hamdan Lillah ... meski jarak memisahkan kami selama dua tahun lebih Allah masih memberikan kami amanah ke-dua ini.

Cerita Bapak Arief : Pertama Rawat Inap di RSA UGM

Banyak draft numpuk, mari kita eksekusi satu per satu. Pada Series postingan kali ini saya mau menceritakan pengalaman kami berkutat dengan Rumah Sakit, Laboratorium, Radiologi, Internist, dll. Sejak cerita saya di postingan sebelumnya tentang LDM kami (saya dan Arief) di sekitar bulan Oktober 2017 Arief sempat mengeluhkan perutnya sering sakit dan kembung yang kami tengarai sebagai gejala "maag" yaa maklum anak kost-an mah begitu ... males keluar cari makan, makan gak sehat, dll. Jadi saya sarankan untuk membeli obat maag cair yang biasa saya konsumsi. Hingga beberapa hari kemudian dia mengeluhkan rasa sakitnya tidak reda dengan obat tersebut dan badannya mulai demam. Saya menyarankan untuk mengunjungi dokter terdekat saja, dan dia menyanggupi. Entah malam harinya dia bercerita bahwa sakitnya tidak tertahankan di bagian ulu hati sebelah kanan, hingga dia guling-guling di kamar kost sendiri.

Long Distance Marriage : Setahun Terlewati

8 Mei 2017 tepatnya kami memulai LDM, setelah studi suami terpaksa diselesaikan karena sudah molor setahun demi bisa menemani saya dan Seruni. Usia pernikahan kami saat itu sekitar 2 tahun lebih sedikit. Dari awalpun kami menyadari resiko ini karena sebelum memutuskan menikah saya dan pacar waktu itu sudah menjalani LDR selama 4-5 tahun jadi bagi saya terasa "aaah cincailah ... udah biasa juga kan jauh-jauhan ini" tapi ternyata semua tidak berjalan se"cincai" yang saya bayangan 😅. uni bobok

Review : Lo han Kuo Infusion

Apa itu Lo Han Kuo?? apanya ikan lohan?? oke ini garing ... byee ... Jadi Lo Han Kuo itu salah satu jenis buah yang tumbuh di daratan Tiongkok sana, dan konon kaya dengan manfaat. Lo Han Kuo disebut juga dengan nama "Monk Fruit" atau buah biksu mungkin karena sifatnya yang mendinginkan, meredakan dan banyak manfaat itu tadi. Beberapa manfaat dari lo han kuo yang terkenal adalah sebagai : obat batuk, panas dalam, meningkatkan imun tubuh.

Toilet training untuk Seruni

Sebelum usia seruni menginjak 2 tahun saya sudah mulai mempersiapkan proses Toilet training atau orang jawa bilang "ditatur". Sebenarnya saya pribadi masih gamang, akan memulai sapih atau Toilet training terlebih dahulu, karena saya pikir masing-masing akan memiliki dampak terhadap mood Seruni, sehingga jika saya paksakan keduanya sekaligus si anak akan lebih frustasi dan gampang rewel. Jadi melalui diskusi gak terlalu singkat dan gak terlalu panjang dengan Arief, jadi saya putuskan akan dimulai dengan potty training dulu sebelum usianya menginjak 2 tahun. 

Review : Beauty Barn Fever Down

Hai, kembali lagi dengan review-an printilan anak bayi. Sebagai geng emak-emak kayaknya sekarang saya memang lebih terobsesi dengan segala macam printilan anak daripada buat saya sendiri. Benar-benar menjiwai perasn sebagai seorang ibu hahaha ... termasuk ya segala skincare, home remidies buat anak kicik itu ... nah yang ingin saya bahas kali ini adalah produk dari Beauty Barn yaitu Fever Down. Seperti yang udah banyak diketahui beauty barn itu merupakan brand yang fokus dengan home remidies dengan cakupan cukup luas. Produk-produk mereka dibagi menjadi tiga kategori yaitu : Beauty Barn Home, Beauty Bard Kids dan Beauty Barn Baby. Produk-produk mereka juga diklaim terbuat dari bahan alami dan aman asal digunakan sesuai petunjuknya. Suatu hari saya sempat berjalan-jalan di mall yang terdapat pameran untuk keperluan anak-anak di sana juga ada booth yang menjual produk ini, karena penasaran dan YLEO saya sedang menipis seiring dengan isi dompet maka saya putuskan untuk melihat-lihat pr...

Drama dan Persiapan Daycare for Baby di Jogja

Meski ini saya posting telat pake banget di usia Seruni yang mulai menginjak 2 tahun. Tapi yaaa kembali lagi ke niat awal saya punya blog ala-ala ini sebagai pengikat dari informasi dan pengetahuan saya yang cuman seiprit ini, sukur-sukur bisa membantu orang lain ya Alhamdulillah banget.

Review : Young Living Essential Oil in Peppermint and Lemon

Sebelumnya saya udah pernah membahas tentang essential oil ini di postingan ini kali ini saya mau membahas variant lain yaitu lemon dan peppermint. Jadi sebelum Seruni lahir saya udah kenal YLEO ini dari web Bidan Kita. Trus mulai menambah stok satu persatu dengan alasan persiapan sebagai home remedies kalau udah si bayi keluar, biar gak sering kena obat-obatan kimia (harapan calon ibuibu banget ya? hahaha) Jadi Lemon dan Peppermint ini adalah YLEO ke dua dan ke tiga saya, dan dateng pas Seruni udah lahir. Teh anget + YLEO Lemon

Review : The Saem Cover Perfection Tip Concealer (Contour beige)

Akhirnya datang jugaaaa ... concealer pertama sayah ... setelah menggalau ria mau pilih yang mana, dan inilah pemenangnya The Saem Cover Perfection Tip Concealer, yeeeeeay ... Mau tau bahasan lebih lanjut, yukkk ...