Toilet training untuk Seruni

Sebelum usia seruni menginjak 2 tahun saya sudah mulai mempersiapkan proses Toilet training atau orang jawa bilang "ditatur". Sebenarnya saya pribadi masih gamang, akan memulai sapih atau Toilet training terlebih dahulu, karena saya pikir masing-masing akan memiliki dampak terhadap mood Seruni, sehingga jika saya paksakan keduanya sekaligus si anak akan lebih frustasi dan gampang rewel. Jadi melalui diskusi gak terlalu singkat dan gak terlalu panjang dengan Arief, jadi saya putuskan akan dimulai dengan potty training dulu sebelum usianya menginjak 2 tahun. 

Di usia seruni sekitar 18 bulan saya sudah secara aktif mensugesti Seruni untuk belajar pipis dan pup di toilet. Di usia 20 bulan saya mulai mempersiapkan dengan membeli beberapa training pants, sebagai alternatif pengganti pospak di siang hari. Jadi planning saya begini :
  • Memulai dengan membiasakan
  • Tidak akan saya paksakan atau memasang standar keberhasilan tinggi
  • Dimulai di siang hari saat dia tidak tidur
  • Saat tidur dan pergi dengan jangka waktu lebih dari 1 jam saya tetap menggunakan pospak
Mungkin memang rencana saya ini kurang greget, karena sebenarnya saya sendiri juga kurang pede untuk memulainya. Saat Seruni saya sugesti "Uni nanti pipis sama pupupnya belajar di toilet aja ya, gak di popok lagi kan gak enak basah" "Enggak mau" dan "emoh" 😅eimmm baeklah ini anak sudah mulai pinter ngeles.

Beberapa alat bantu yang saya persiapkan adalah :
  1. Pispot: saya beli yang berbahan plastik dan Seruni sendiri yang memilih jadi biar dia juga ikut merasa memiliki dan lebih familiar. Kami membeli pispot plastik berbentuk anjing jadi bisa dibuat pegangan bahkan Seruni memberinya nama "gukguk pipis". Dan pispot ini hanya bertahan dipakai seruni selama seminggu, sisanya dia lebih suka langsung di WC dengan meminta bantuan dan pegangan
    Pispot gukguk
    1. Training Pants : awal-awal saya beli hanya sekitar 5-6 buah saja, kemudian saya membeli 5-6 buah selanjutnya, dan sangat membantu. Untuk ulasan lengkapnya akan saya bahas dipostingan selanjutnya.
    2. Training Pants
    3. Kesabaran : hahaha jujur ini adalah hal tersimple dan terberat yang harus dipersiapkan 😂
    Hingga bulan ke-2 ini saya masih maju mundur dengan progres dari toilette training Seruni, terkadang dia sangat mudah diajak kerjasama dan sebaliknya. Pernah juga saya merasa cukup percaya diri dengan perkembangan proses toilette training ini kemudian di hari berikutnya ternyata seperti di-restart dari awal. Mungkin memang beberapa kendala yang saya hadapi membuat proses ini cukup memakan waktu dengan progres yang kurang memuaskan, seperti :
    1. Kami kurang konsisten
    2. Seruni tidak selalu bersama saya, jadi saya tidak tahu seberapa konsisten pengasuhnya mencoba untuk mengajari Seruni, yaaa kembali lagi karena saya orangnya gak enakan (kan jawa banget 😅) jadi terasa sungkan untuk memaksa atau terus-terusan mengingatkan pengasuh Seruni untuk mengikuti aturan saya.
    3. Aktivitas Seruni yang sangat dinamis, jadi selalu berbeda setiap harinya, jadi agak sulit untuk melihat pola pipisnya.
    Okay demikian sharing dari saya tentang proses toilet training untuk Seruni, Semoga membantu. Mungkin akan saya update kembali seiring perkembangan proses ini.

    _XOXO_



    Comments

    Popular posts from this blog

    Review : MUA Khadijah Azzahra

    Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

    Review : Lo han Kuo Infusion