Finally : Cuti Panjang Juga


Cuti terpanjang yang pernah saya rencanakan selama ini, 3 bulan plus 2 minggu sisa cuti tahunan 2015. Dan akhirnya tugas DL terakhir sebelum cutipun sudah di cancel pada detik-detik terakhir keberangkatan krn si boss kesian liat perut buncit saya harus terbang ke jakarta, alhamdulillah ... jadi bisa full ngabisin jatah cuti aja.

Destinasi pertama ke salatiga, nengokin bumer yang katanya lagi "gak enak badan" skalian survey "bidan prita" yang nyediain "water birth" di salatiga.

Dapat bonus perpanjang sehari karena mo ngajak jalan-jalan bumer ke cimory, kata arief biar gak kurang pigenik. Di cimory makanannya enak-enak, dan sempet panik pingin nyomot semua coklat dan olahan susunya, buat lokasi dan pemandangan sih lumayanlah ... bisa buat tambahan destinasi daerah seputar kab. Semarang, cuman sayang waktu itu udara lagi panas-panasnya, jadi lumayan gerah kerasanya.
Salah satu sudut cimory farm
Sosis Kanzler

Aneka cookies, chocolate dan olahan susu lainnya, yaaamm
Pagi masih sempat jalan-jalan ke Lap Pancasila

Beli terang bulan jajanan SD
Kemudian kembali ke jogja ...

Beberapa hari itu saya dan arief memang berencana membeli mobil bekas sederhana dengan uang tabungan yang ada, dengan mempertimbankan satu dan lain hal salah satunya ketika Arief harus kembali aktif bekerja nanti, otomatis saya yang berkewajiban antar jemput anak.
Awalnya kami bertekad mau hidup apa adanya saja dengan motor buluk 100cc itu saja, toh anak kami pasti akan mengerti, sekaligus pendidikan dini tentang kesederhanaan. Namun ... hujan deras yang beberapa hari itu turun deras saat kami di jalan, cukup membuat Arief berpikir ulang ... kalau bayi masih terlalu kecil dibawa tiap hari ke daycare dengan menggunakan mantel dan sepeda motor sepertinya bukan pilihan bijak. Dan moment itu di pacu juga dengan kabar-kabar dari mbak mita (teman kerja arief yang berencana menjual mobil kesayangannya, dengan harga saudara) jadi setelah hitung-hitung tabungan dan menjual emas simpanan kami tekad itupun semakin bulat.

Mendapat kabar mbah uti sakit dan rencana menengok sekaligus membeli mobil pun jadi alasan saya pulang ke Malang dan mampir via surabaya.
Malam sebelum berangkat Arief mengeluh badannya kurang enak, dan saya usul untuk menunda kepulangan saja, atau di cancel, tapi sayang juga harus membuang 2 tiket, karena kami terlambat untuk membatalkannya. Akhirnya pagi itu kami berangkat dengan kereta sancaka pagi, dengan kecerobohan saya memesan jadi kursi kami berbeda gerbong, jadi salah satu alternatif yaaa nongkrong di gerbong restorasi saja.
Hot Chocolate ala KAI
Menemani arief pesan mie instant, saya memilih coklat panas saja.
Pukul 11.00 siang kami tiba di gubeng, berencana meneruskan perjalanan dengan kereta lokal ke malang, dan ternyata yang masih hanya kereta malam jam 20.00. Sedangkan teman yang mau menjual mobil belum memberi kabar ... tik tok tik tok ... setengah hari harus ngapain di Surabaya? Akhirnya kita nge mol aja ... sambil membawa 2 tas punggung besar dan 1 tas tangan, hahaha
Cincau Station Kesayangannya Arief
Ngemol di isi dengan jalan-jalan dan makan-makan saja, karena suhu badan arief mulai naik ... kami sempat di ikuti satpam berkali-kali karena bentuk yg mencurigakan (ibu hamil besar membawa tas besar dengan dandanan buluk muterin mol seharian) yakeleeesss kita dikira teroris ...
Karena badan arief mulai drop saya mencari tempat yang lebih nyaman untuk istirahat, dan kami memilih restoran Nona Manis karena ada sofa nya, skalian numpang charging HP dan slonjor-slonjor dikit.
Sate Kambing Nona Manis
Akhirnya kami sampai di rumah malang pukul 22.00 dijemput ayah di stasiun singosari. Dan keadaan Arief semakin memburuk, demam tinggi. Esok hari mbah uti sudah kembali di rumah dari rumah sakit. Saya hilir mudik menemani mbah uti yang sudah mulai berkurang kesadaran dan kesehatannya dan merawat Arief yang masih belum mau minum obat flu.
Keadaan mbah uti semakin menurun karena jumlah keluarga dan tamu yang menengok membuatnya lelah dan kurang istirahat, akhirnya kakak saya godzila ndut datang dari Jember setelah saya kabari bahwa kesadaran mbah uti mulai menurun. DIa memaksa keluarga untuk membawa ke rumah sakit lagi, awalnya keluarga besar sudah mengikhlaskan keadaannya. Malam itu mbah uti dibawa kembali ke rumahsakit swasta di Malang, ternyata dengan pertimbangan kelengkapan alat mbah uti di rujuk ke RS Syaiful Anwar Malang, dan di rawat di ruang ICU. Tengah malam setelah mengantar mbah uti ke RS kakak saya kembali ke Jember.
Di ICU keadaan mbah uti membaik, meski kami tidak boleh menjaga langsung tapi dari pihak keluarga mendampingi di luar dan bergantian menjaga. Hari itu terkahir tahun 2015 saya dan Arief berinisiatif mengadakan acara kumpul-kumpul di rumah utama agar adik-adik remaja saya gak keluyuran jadi lebihbaik bikin acara sendiri saja di rumah. Saya belanja jagung mentah, daging ayam, dll untuk melewati malam pergantian tahun. Kesehatan arief juga berangsur-angsur membaik.
Bakar sate dan jagung
Setelah mendapat kabar mbah uti membaik dan ada kamar paviliun yang kosong beliau dipindah di rawat di paviliun setelah melewati berbagai macam pengobatan salah satunya cuci darah, kemungkinan memang fungsi organ dalam mbah uti menurun satu persatu namun sudah mengalami peningkatan. Seminggu lebih di Malang akhirnya saya memutuskan kembali ke Jogja karena harus mempersiapkan diri juga menjelang kelahiran debay, salah satunya yoga prenatal dan beberapa aktifitas fisik yang harus saya persiapkan.
Sempat demam tertular Arief juga
Pagi sebelum saya pulang saya ke RS untuk menjenguk mbah uti ditemani arief, saat itu mbah uti masih makan makanan cair via sonde, karena belum bisa menelan. Beberapa kali saya bertanya dan mbah uti masih bisa menjawab dengan baik. Sekitar 1,5 jam saya berpamitan kepada mbah uti, saya ciumi pipinya yg kurus kering dan basah air mata saya katakan "mbah uti, elis pulang dulu ke jogja ya ... aku mau melahirkan sebentar lagi di salatiga, nanti kalau sudah lahir bayinya tak ajak pulang ke malang biar mbah uti bisa ketemu cicitnya" cukup haru, tapi saya menahan diri untuk tidak banyak menangis. Begitu pula saat arief berpamitan, mbah uti berpesan untuk hati-hati dan menjaga saya.

Itulah pertemuan terakhir saya dengan nenek tercinta saya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.






dalam perjalanan pulang saya sempat mampir ke bakso president yang kondiaaang ituh
Antrinyaaa ....
Sesampainya di Jogja saya kembali mempersiapkan diri dengan yoga, jalan kaki, dll. Saya mengikuti kelas Yoga prenatal nya doula Arifatun (saya dapat referensi dari bu prita juga) Kelas Yoga dilaksanakan di Studio senam di Sleman yang ternyata cukup dekat dari rumah. Sebelum kelas dimulai kadang saya lapar bisa mampir di rumah makan sebelahnya dengan suasana jawa yang cukup Cozy yaitu Omah Cemara dengan hidangan spesialnya "Pecel Jepara"
Omah Cemara
Selain olahraga dan yoga yang paling membuat saya semangat adalah belanja keperluan debay, meski tidak banyak karena saya sudah mendapat banyak lungsuran dari kakak saya. Apalagi saat itu mothercare sedang ada diskon akhir tahun hahaha ... akhirnya kebeli juga selimut bayi dari harga 400an jadi 200an saja. Saya belanja di mothercare lebih ke baby skincare kalau untuk baju, dll saya pilih yang murah dan biasa saja.

Disela-sela jalan-jalan dan belanja saya sempat menjahit tas dan bantal guling buat debay, berbahan katun jepang dan dakron.
DIY baby Cushion
Bisa menikmati metime juga ketika suah cuti dan bener-bener gak ada tanggungan, salah satunya creambath (karena spa dan pijet udah mulai mengkhawatirkan) kemudian ngafe sendirian sambil nunggu Arief bimbingan, di temani rintik hujan syahdu dari Kalimilk Jakal ;-)
Hotmilk - Kalimilk
14 Januari jadwal kontrol saya ke bu prita, dengan menyewa mobil depan rumah saya dan arief berangkat ke salatiga via ketep. Ada satu spot yang menarik perhatian namanya TOP SELFIE, ini jadi tempat hits baru buat penggemar foto-foto cantik.
Top Selfie (antara ketep-kopeng)
Sorenya saya kontrol ke bu prita setelah janjian sehri sebelumnya, sambil mengajak ibu mertua saya, untuk mengenalkan konsep gentle birth ke beliau agar tidak khawatir. Bu prita sebenarnya menyarankan saya untuk mulai standby di salatiga karena kehamilan saya mulai memasuki minggu ke 38. Tapi saya beralasan ini itu dan saya masih yakin kelahiran debay bakal mundur dari HPL karena ini baru anak pertama. Akhirnya bu Prita mengijinkan saya kembali ke jogja dengan bekal catatan tanda-tanda persalinan dan kertas lakmus.
Sepulang dari Ibu Alam kami mampir ke ronde factory sambil ngobrol-ngobrol. Saya tidak memesan makanan berat, tapi cukup kenyang dengan double porsi camilan :D
Ronde Factory (Blotongan)
Ketan Bubuk
Pisang Bakar Nutella
Sepulang dari ronde factory, saya tidak mendengan hape saya berdering berkali-kali di dompet, hingga mendekati rumah mertua saya baru tau dan membaca BBM adik saya mengabarkan bahwa nenek saya meninggal dunia. Antara sedih dan bingung saya menelpon ayah saya menanyakan keadaan di rumah, dan menelpon kakak saya meminta pertimbangan apakah saya harus pulang atau tidak.
Arief menenangkan saya, dan akhirnya kami meutuskan pulang dengan mengendarai kereta dari jogja, jadi saat itu kami harus langsung kembali ke jogja untuk mengejar kereta BIMA yang bisa sampai di malang paling pagi, karena pemakaman ditunda hingga saya sampai di sana.

Saya tiba di Malang pukul 08.30 sampai rumah pemakan langsung di mulai, saya dan kakak saya mengantar mbah uti hingga pemakaman. Beberapa acara pengajian digelar, dan hari ke-4 saya memutuskan kembali ke jogja dengan membawa mobil panther ayah untuk keperluan kelahiran debay nanti agar tidak repot-repot menyewa mobil lagi.

Kami berangkat dari rumah setelah sholat subuh, dengan kecepatan rendah arief mengendarai mobil hati-hati karena keadaan tubuh saya yang mulai tidak nyaman. Beberapa kali kami berhenti, salah satunya untuk membeli krupuk tayamum atau kerupuk pasir ini.
Kerupuk tayamum
Pukul 13.00 kami tiba di Solo dengan janji bertemu penjual mobil yang kami incar dari olx kami istirahat dan sholat dulu kemudian mencicipi timlo solo yang legendaris
es kolang kling dan sosis solo
Kami di Solo sampai jam 15.00 menunggu pemilik mobil yang ternyata memang belum berjodoh dengan tabungan kami hahaha.kemudian lanjut perjalanan ke Jogja di temani sedikit mules, kemudian saya turun di Stasiun tugu untuk mengambil motor yang kami titipkan di parkiran stasun. Sampai rumah pukul 17.00 yang kemudian dilanjutkan sedikit kaget karena debay ternyata udah pingin ketemu orang tuanya ;-)

We'll see you soon baby ...

Comments

Popular posts from this blog

Review : MUA Khadijah Azzahra

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Birthing Ball / Gym Ball Untuk Ibu Hamil