Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Di minggu ke-24 kemarin saya mengambil cuti untuk mudik ke Malang bersama Seruni, sekalian untuk mencari alternatif tempat persalinan karena saya berencana untuk lahiran di Malang saja yang dekat dengan orang tua, agar Seruni ada yang menjaga saat nanti waktunya tiba.
Berkunjung ke Rumah Bidan Rina
Setelah pencarian singkat melalui mesin perambah kami mendapati seorang bidan yang support Gentle Birth di kota malang namanya Bidan Rina.

Ruang Tunggu dan Pendaftaran
Hari itu memang tanggal merah karena Hari Raya Nyepi, pagi harinya saya sempat mengirim pesan via WA apakah layanan ANC buka atau tidak, tapi tidak mendapat jawaban juga. Akhirnya saya putuskan untuk datang saja sekalian survei lokasi mumpung Arief juga bisa menemani karena dia tidak mengambil cuti esok harinya.
Lokasi Rumah Bidan Rina sekitar 12km dari rumah saya yang terletak di pinggiran kabupaten malang, dan bisa ditempuh sekitar 30-40 menit dari rumah. Yaaa cukup jauh sebenarnya mengingat arus lalu lintas Malang yang cukup semrawut ditambah pembangunan fly over untuk exit tol. Rumah Bidan Rina terletak di perumahan yang cukup tenang meskipun lokasinya di tengah kota, untuk jalan depan juga cukup lebar sehingga ketika kita memarkir mobil juga tidak menggangu pengguna jalan lain (asal diparkir mepet ke tepi). Namun sayangnya ternyata hari itu jadwal ANC tutup, tapi ada serombongan keluarga yang sedang menunggu di ruang tunggu, mungkin ada yang sedang menunggu persalinan di dalam. Akhirnya kami putuskan kembali esok hari saja.
Keesokan harinya saya kembali mengunjungi Rumah Bidan Rina kali ini ditemani ayah dan kakak saya yang juga seorang bidan, dia sengaja mengambil cuti dan mudik bersama dua orang anaknya dari kota Jember agar kami bisa berkumpul di rumah Malang (kesempatan seperti ini sangat langka bagi keluarga besar kami).
Dan saya lupa ternyata saya tidak membawa buku pemeriksaan kehamilan saya 😪. Jadi di sana saya mendaftar antrian dulu dan mengecek tekanan darah dan berat badan, sembari sebelumnya ngobrol-ngobrol sebentar dengan petugas yang jaga di luar seorang akhwat ternyata Bidan Rina Absen hari ini karena beliau sakit, jadi baru bisa minggu depan, adanya bidan pengganti. Karena minggu depan saya sudah kembali ke Jogja maka saya setujui saja pemeriksaan dengan Bidan Pengganti. Sambil menunggu giliran saya melihat-lihat sekilas bangunan dan ruangan di sana yang mengingatkan saya dengan Klinik Ibu Alam milik Bidan Prita di Salatiga, kesannya bersih dan adem.

Ketika tiba giliran saya masuk ditemani kakak saya, disana saya bercerita kondisi saya dan kehamilan saya, persalinan pertama dengan Bidan Prita yang semua ditanggapi dengan baik dan ramah dengan mbak Bidan jaga yang saya lupa namanya. Di sana saya juga di usg dan disampaikan kalau letak plasenta saya rendah, tapi mbak bidan menenangkan saya. "Semoga masih bisa bergeser ya bu seiring bertambahnya usia kehamilan."

Setelahnya kami ngobrol cukup banyak tentang biaya persalinan, plan A, B, C termasuk rekomendasi dokter dan RS jika terjadi situasi gawat darurat. Setelah mengetahui HPL saya yang dekat dengan  Hari Raya Idul Fitri (2 minggu setelahnya) mbak bidan menginformasikan karena biasanya bidan, bidan di sana libur mudik hinggal H+2 minggu, jadi kemungkinan kalau persalinan saya maju bisa jadi Rumah Bidan Rina belum buka. Setelah meminta beberapa rekomendasi tempat persalinan lain saya juga kurang sreg. Tapi saat itu hati saya mantap ingin melahirkan di Rumah Bidan Rina saja, rasanya saya cukup nyaman seperti ketika saya mengunjungi Klinik Ibu Alam di Salatiga.


Akhirnya sepanjang perjalanan pulang saya, ayah dan kakak saya berdiskusi dan didapati opsi "jika nanti tiba waktunya dan ternyata Rumah Bidan Rina Belum beroperasi maka kakak saya bersedia membantu persalinan saya di rumah kami saja, dan dia akan mempersiapkan jauh-jauh hari". Lega sekali akhirnya bisa mendapat opsi ini, namun opsi ini dengan catatan dari kakak saya "Pastikan dulu letak plasentanya, karena untuk plasenta letak rendah (Plasenta Previa) cukup riskan melalui persalinan pervaginam. Untuk hal ini saya cukup positif thinking sama sekali tidak pernah terbesit hal buruk karena selama ini saya tidak pernah mengalami flek ataupun hal-hal yang mengkhawatirkan menurut "versi saya". Mudah-mudahan dilancarkan, amin YRA.

Comments

  1. Assalamualaikum mba, akhirnya bagaimana persalinannya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review : MUA Khadijah Azzahra

Review : Lo han Kuo Infusion