Persalinan Maryam : Welcome Baby Rona

Setelah perjalanan yang cukup panjang dan berliku selama kehamilah ke-2 Allah memberikan saya banyak hadiah indah. Salah satunya adalah persalinan ke-2 ini. Setelah memasuki cuti persalinan saya mengisi dengan bersih-bersih memindahkan kamar dan barang-barang dari kamar depan ke kamar belakang yang baru dibangun agar lebih leluasa nantinya. Termasuk memanggil jasa cleanwell untuk menyedot debu dan membersihkan AC.

Hari Rabu saya masih mendampingi Uni untuk acara tutup tahun dengan menggunakan kostum hawai  menyanyi dan menari. Karena kondisi perut yang cukup besar agak engap juga duduk di kursi TK jadi saya lebih banyak wira-wiri dan jalan keliling halaman TK saja urusan Uni saya serahkan ke Arief yang sudah mulai cuti besar juga. Setelah acara kami kelelahan dan pulang istirahat, malamnya arief masih menonton TV sidang sengketa Pilpres 19 Juni 2019 hingga tengah malam. Saya yang merasa kelelahan dan pegal-pegal meminta pijat sambil melihat jalannya sidang yang udah lelah banget itu petugasnya 😁 kemudian lanjut tidur di samping Seruni. Sekitar pukul 3 dini hari sambil terlelap saya merasa perut dan area vagina mulai terasa tidak nyaman tapi belum sadar sepenuhnya karena masih terlelap. Sebelum azan subuh saya ke kamar mandi dan arief masih di kamar tengah menonton TV. Ternyata saya cek sudah mulai bleeding, deg-deg an bismillah segera bertemu debay. Saya kabari Arief agar mulai bersiap-siap (menyiapkan barang yang akan kami bawa nanti) Kemudian saya sholat subuh melanjutkan dengan mengaji untuk setoran grup khataman di atas gymball sambil pelvic rocking, karena setelah ini pasti saya nifas dan akan absen cukup lama dari grup tersebut.
Saya siapkan sarapan, kemudian menyalakan mesin cuci dan menjemur pakaian. Arief beberapa kali memijat lembut jika saya mulai meringis kesakitan dan memeluk saya. "Masih okay??" "masih"

Rencana awal kami akan berangkat dari rumah sekitar jam 10 pagi kemudian ke jalan-jalan ke mall dan membeli Gelato yang selama hamil saya idam-idamkan (saya diet rendah gula selama hamil jadi tentu saja gelato dan teman-teman termasuk di dalamnya) Pas lagi ngidam-ngidamnya Arief berjanji besok pas mau lahiran mau beli berapapun boleh 😆 Jadi tentu saja saya tagih ... termasuk sebagai pengalih rasa sakit kan. Setelah telpon kakak saya yang bidan tentu saja saya diomeli "lahiran di mall gak lucu dek ... udah sana ke RS apa bidan sekarang cek bukaan malah jalan-jalan, aneh-aneh wae ... bla bla bla" Akhirnya rencana ke mall diubah langsung ke Tempo gelato saja karena terasa kontraksi mulai intens. Di sana saya mulai gak konsen juga mau pesan apa, padahal kemarin-kemarin udah sampai khatam baca semua rasa apa yang pingin dimakan 😥 uni pesan yang di cone saya di cup, Arief nawarin pesan lagi aja biar macem-macem rasanya. Tapi tentu saja otak udah gak connect sambil mengalihkan rasa sakit. Sempat ke kamar mandi ganti pembalut juga pas lagi kontraksi-kontraksinya. Akhirnya melambaikan tangan ke kamera "udahan aja yuk ke bidan sekarang". Saat itu perempatan kentungan sedang dalam kondisi pembangunan underpass jadi tentu saja macet saudara-saudara dan saya pesan mampir ke Superindo Jakal untuk membeli kurma dan air mineral sebagai bekal persalinan. Akhirnya saya mulai gak kuat dan menyuruh arief saja yang belanja, ditanya mau kurma apa juga udah gak ngerti "terserah deh yang enak" akhirnya pertama kali dalam hidup nyobain kurma Medjool juga wkwkwkw.

Mendekati azan zuhur kami sampai di klinik bidan Mugi, mbak asisten memeriksa tekanan darah, dan bertanya, dll tapi melihat ekspresi saya beliau mempersilahkan untuk pulang dulu lagi aja nanti kalau sudah lebih intens baru balik ke sini lagi karena perkiraan dia mungkin masih magrib nanti. "Mbak ini saya udah kerasa kenceng banget lho .." kemudian dicek jeda kontraksinya "oh iya udah lumayan sih ini tapi kayaknya masih agak lama bu" Membayangkan saya harus pulang pergi menembus Jogja Timur ke Barat tentu saja membuat saya pusing. "cek VT aja deh mbak ... soalnya ini udah kerasa banget" dengan setengah hati mbak asistenpun melakukan cek dalam, yang bagi saya tidak terasa karena konsentrasi sudah pindah ke bagian perut. "Oh iya bu ini sudah bukaan 6, di sini aja kalau begitu" "Kaaaaaannn ... apa kubilang" hiks masak di suruh pulang 😱
Akhirnya saya menunggu kontraksi di halaman belakang sambil membawa gymball andalan dengan pelvic rocking ditemani dengan ulat-ulat bulu yang berguguran dari halaman sebelah. Ngeri??? engaaaak sama sekali udah gak kepikiran sama ulat bulunya, malah Arief yang agak senewen dia sibuk nyapuin si ulat bulu wkwkwk Uni kemana?? Uni ada di samping sambil mainan ipad (udah disiapin sebagai sogokan proses persalinan). Pas udah mulai hilang kendali konsentrasi dan nafas Arief minta ijin mau ke mushola karena belum sholat dhuhur tentu saja saya larang wkwkwk "aku takuuuutt ... jangan ditinggal" karena ya saya cuma berdua sama uni karena embak asisten tidak standby di sana. Sekitar pukul 2 akhirnya saya cek VT lagi oleh mbak asisten dan katanya sudah pembukaan lengkap, saya mengganti baju dengan kain jarik yang saya siapkan dari rumah (punya almarhumah embah uti) jadi sudah boleh mengejan dan posisi bersalin. Saya minta ijin untuk posisi miring saja seperti persalinan pertama saya (di sini Bidan Mugi juga belum ada) Seruni sempat beberapa kali masuk dan bertanya "ibuk kenapa? sakit?" dan alhamdulillah saya masih bisa jawab dengan senyum "ibu baru mau ketemu adek, Uni keluar dulu ya sebentar"

Dengan beberapa kali tarikan nafas dan takbir alhamdulillah putri kedua saya lahir. Setelah bayi keluar baru bidan Mugi turun dan kaget "Subhanallah kok cepet banget, kan datangnya barusan makanya tadi saya belum turun" lah ... gimana sih bu bidan 😏
 Kemudian Arief meng-azani dilanjut dengan IMD bayi rona ditaruh di dada dan perut saya, proses IMD nya cukup lama (lama banget bahkan menurut saja karena lebih dari 2 jam dan alhamdulillah Rona bisa langsung nenen saat itu juga) Plasenta pun keluar dengan alami, dan menurut bidan ukuran plasentanya cukup besar, Arief juga yang memotong ari-ari dari perut Rona sama seperti kakaknya dulu, alhamdulillah wa syukrulillah ... Oh iya vagina saya robek sedikti dijahit 1 btw, tapi ya gak kerasalah udah clekit-clekit aja.
Saya istirahat di sana semalaman kemudian mertua saya datang menengok sebentar bapak mertua tinggal untuk membantu kami di rumah. Setelah mengecek HB saya aman (karena sempat rendah sekali sebelum bersalin jadi termasuk beresiko waktu itu) saya dinyatakan boleh pulang. Welcome home Rona Kinanthi 💖


 

Comments

Popular posts from this blog

Review : MUA Khadijah Azzahra

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Review : Lo han Kuo Infusion