DAPAT ORANG MANA?


Berhubung perubahan status dari single menjadi double #eh. Pasti akan datang beberapa pertanyaan yang mengikuti, salah satunya adalah : "DAPAT ORANG MANA?" Pertanyaannya sih sepele, dan memang tujuannya adalah ingin tahu dari mana asal pasangan kita, dengan bahasa lain : "Suamimu berasal dari mana?"

Dan kembali lagi semua itu tergantung mood hati saya, kalo saya sedang bahagia, atau sekedar basa-basi tanpa mikir pasti saya jawab saja sekedarnya "Orang salatiga" Selesai, titik. Tapi lain halnya kalau mood saya sedang kondisi abu-abu -menjurus- hitam jadi apapun pertanyaannya analisa alam bawah sadar bawaannya negative mulu. Salah satunya ya tentang pertanyaan ini.

Menurut saya, kenapa harus menggunakan kata "Dapat"? hemat saya sih jodoh itu bukan hadiah, semacam hadiah karena kita ikutan lomba makan krupuk, lantas karena paling dulu habis kemudian dapat hadiah alat tulis. Jadi penggunaan kata dapat itu kurang tepat *in my opinion. 
Rasanya cukup menggelitik jika datang pertanyaan-pertanyaan random sebangsa ini, ya mungkin bukan maksud si penanya mau membuat saya berburuk sangka, mungkin saya juga yang terlalu lebay, hahaha. Pernah beberapa kali saya protes jika ada orang dekat yang menggunakan kata "dapat" ini, balasannya adalah "ahh itu hanya perasaanmu saja ..." eh masak sih?? berarti memang saya yang terlalu perasa ya??

Comments

Popular posts from this blog

Review : MUA Khadijah Azzahra

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Review : Lo han Kuo Infusion