Before-After Wisuda Make Up and Hijab Do May 2015

Dua minggu yang lalu pas lagi leyeh-leyeh males sehabis subuh dapet sms dari kakak kelas waktu di mahad dulu, isi begini "Elis besok sabtu bisa ngerias gak? bulekku sama temennya mau wisuda". Bermodal pengalaman kemarin-kemarin sih tak iya-in aja. Ternyata kelanjutannya panjang saudara. Jumlah mereka 10 orang, dengan budget amat sangaaaat minim *ditawar 50rb cyn :'( dan mereka minta sanggul, yang hijab cuman 2 org. Karena belum pede maka saya tolak halus yg minta sanggul, kalo masalah harga saya masih santai sih, itung-itung bantu saudara temen juga :-)
Dan kesepakatannya, 8 orang jadinya berhijab aja dan 2 orang tetap bersanggul karena non muslim, browsing youtube sebentar buat gambaran tentang sanggul modern, baca "Basmallah" dan saya iyakan, nawaitu ta'alluma...

Dengan ngajak bala bantuan sahabat saya tercinta Seftina aka Pepsong aka Simbok ini jadi asisten pertama saya, pun nekat mau handle 10 orang sendiri (degdeg syurrr) Belum lagi saya harus belajar otodidak nyanggul modern. H-2 saya ke pasar bringharjo buat cari sanggul, dan saya takjub, ternyata sanggul itu muraaaah >_< gak se wow bayangan saya. Plus belanja aksesorisnya, hairspray, jarum pentul dan yang paling penting Lem Bulu Mata Yang Bagus (dan pilihan saya jatuh ke Rubotan, untuk review nanti saya jelaskan terpisah). Besoknya saya baru sadar konde yang saya beli gak cocok buat wisudaan, karena nyangkut buat topi wisudawan, jadi saya minta bantuan Pepsong buat ke pasar lagi beli sanggul yang lebih pantas.
First try pakai rambut asli Bella yang panjang
Nah di atas itu adalah percobaan pertama nyanggul dengan rambut asli Bella (Pepsong's Sis) Kalo liat-liat di yutup kan itu kebanyakan model luar yang mereka gak lazim pake konde tambahan, dan mereka lebih suka model loose dan tidak terlalu rapi, jadi buat keterangan di atas, saya rasa rambut Bella ini sudah cukup memenuhi kriteria tsaaaah ... >_<
Tapi rambut ibu-ibu yang besok saya dandanin cuman di bawah telinga, jadi saya butuh putar kepala, pundak, lutut, kaki dan cari tutorial yang sahih :-(
Dengan tekad baja, hari yang dinanti pun tiba, saya berangkat bersama Pepsong pukul 3.00 ke wisma yang mereka sewa. Yang bikin kaget adalah :
  1. Mereka semua adalah wanita berumur dewasa sepantaran emak, tante saya
  2. Mereka baru bangun belom ada yang mandi :-( padahal saya sudah janji jam setengah 4 mulai.
Dengan baca basmalah dan tetep sholat subuh pada waktunya, saya sapukan kuas secepat kilat diantara antrian ibu-ibu ini. Well ... tidak sempurna dan serapi harapan saya memang, tapi saya cukup bangga dengan hasil tepat waktu, tanpa keterlambatan.

The Oldest Grandma

Sanggul dan Makeup Pertama
Sanggul Tampak Belakang
Dua orang bersanggul, saya kurang lihai sasak-sasak an
Bersama sebagian lagi
Yang berjilbab
Jangan kira kalo MUA yang mejeng before after mbak-mbak muda itu hebat, tapi kalau MUA-MUA itu mejeng foto tante-tante berumur dan terlihat stunning, langsung saya angkat 4 jempol sekaligus, ternyata butuh keahlian khusus buat mengisi warna  kelopak mata yang penuh lipatan, atau pipi yang mulai kendor agar nampak merona sehat tapi gak chubby, kemudian beberapa dari buibu inipun banyak requestnya ... gak mau begini harus begitu (!--)
Belum lagi ternyata buibu ini cuman bawa kerudung segiempat, cuman satu dua yang bawa daleman ninja (pdhl udah saya sarankan bawa, agar lebih cepat eksekusinya) jadi yaaa ... butuh tenaga ekstra buat ngubet-ngubet kerudung sampe bisa nutup leher bermodal 1 kerudung segiempat saja. Puter lagi kepala, pundak, lutut, kaki ... dan kemudian kepala belbi pothel :-P


Ini nih hairspray murmer pertama saya
We did it, yeaaaay ... mungkin saya dan Pepsong butuh belajar secara baik dan benar jika ingin mengembangkan sayap ke industri MUA-MUA an ini. So for the next project we have to be more more more than this ...

_XOXO_

Comments

Popular posts from this blog

Review : MUA Khadijah Azzahra

Kehamilan ke-dua : Mengunjungi Rumah Bidan Rina di Malang

Review : Lo han Kuo Infusion